Sebuah Entri Lama yang Tak Terbit



Dari kerling suara dia berkata, memujiku yang tak punya apa apa. Yang hanya memiliki sebaris kata. matanya yang gelap menangkapku, seakan akan dunia tak hanya lebih dari dalam lensa matanya. Terhirup dan kehilangan fokus. Dihadapanku hanya ada sosoknya yang kukagumi, dan kini tengah memujiku karena sebaris kata dan untuk kedua kalinya dia menatapku. masih dengan kedua bola matanya yang hitam. begitu pekat dan begitu dekat. tak terbayang sebelumnya, bahwa dia yang kukagumi akan begitu seindah ini dimataku. aku hanya tak bisa mengerti. apa selama ini penghilatanku salah? karena dia yang ada dihadapanku terlalu sempurana.

Kali ini bukan matanya yang menghirup mataku tapi senyumnya yang tiba tiba muncul disisi wajahnya. untuk sepersekian kali aku hanya bisa membeku dan mengucap sebaris kata.

Comments