Akhirnya! Terjemahan Knight and Magic bagian prolog (Bahasa Indonesia)

July 06, 2017

Jeng! Jeng! Jeng! Hai teman blog semua!!! 

Akhirnya setelah sekian lama Onna mempertimbangkan untuk menerjemahkan light novel Knigh and Magic! Yay! 

Sebetulnya sudah lama Onna pengen menerjemahkan tapi terhenti ketika melihat 1 chapter aja 6 halaman panjangnya! *susah euy... 

Sebetulnya bahasa yang dipakai di chapter 1 ini bukan yang susah luar biasa. Aku sangat menikmati menerjemahkan novel novel favoritku. 

Selain juga karena melihat traffic postinganku tentang sinopsis Knight and Magic sangat tinggi! Dan kata kunci Knight and Magic bahasa Indonesia muncul dipencarian yang mengarah ke blogku. 

Untuk sesama otaku di luar sana meskipun Knight and Magic episode 1 animenya sudah terbit jangan sekali-kali merasa puas karena Onna sangat kecewa dengan animenya. Terlalu tergesa-gesa dan dipaksa menjadi 1 episode dari beberapa chapter yang menghilangkan banyak detail yang Onna sukai.




Jadi silahkan bahca prolog dari Knight and Magic ini!  

oh ya teks bahasa inggris nya aku dapatkan dari blog ini http://skythewood.blogspot.co.id/p/blog-page.html

***
Hari sudah sore ketika matahari tenggelam di sudut horizon,  bayangannya meluas sejauh mata memandang.
Jalanan yang  panas sepanjang hari saat ini akan melepaskan panasnya ke udara. Membuat malam ini menjadi malam yang hangat untuk sebuah tidur yang nyaman.
Disini adalah distrik K di Kota K, tempat dimana suasana diatas merupakan hal yang biasa. Stasiun kota dikelilingi demgan pencakar langit,  tiap gedungnya merupakan pusat berbagai perusahaan.  ‘K Sofwork’ adalah perusahan software yang tidak terlalu besar, bertempat di lantai 4.
Di ruangan kantor yang dingin karena ac,  beberapa lelaki memandang dengan diam pada layar komputernya masing-masing. Atmosfer ruangan itu tegang.  Untuk ukuran perusahaan yang tidak besar,  pekerjaan harian mereka selalu berat,  hanya saja hari ini pekerjaan mereka jauh lebih berat dari biasanya.

“Kita hanya punya waktu 3 hari untuk menyelesaikan ini semua... “

Seorang lelaki duduk di pojok kantor menggerutu dengan sedih. Dirinya kini sedang bertarung dengan bom waktu yang segera akan meledak,  yang juga dikenal sebagai deadline.

Karena krisis ekonomi nasional,  tim sales dengan cemas menerima kontrak, meski permintaan yang ada tidak masuk akal. Bahkan saat perencanaannya, terjadi sedikit masalah pada proyek yang dikerjakan olehnya.
Berulang kali gagal membuat proyek ini semakin berbahaya, situasi ini hanya bisa dijelaskan dengan satu kata ‘neraka’.  Dan bahkan masih banyak lagi masalah.  

“Kepala bagian Nakai,  Sato telah jatuh! Dia tidak bereaksi saat kita menyiram dirinya dengan air! “

“Kepala bagian Nakai, kita tidak akan bisa menyelesaikan coding nya hari ini”

“Nakai-san, ada surat ini pengunduran diri di meja Takeda.... “

“Ah, diam!!  Bagaimana bisa kita memenuhi deadline kalau seperti ini! “

Lelaki yang kini bersandar di pojok,  Kepala Bagian Nakai,  akhirnya menyerah. Tangannya mengelilingi kepalanya dan bersandar diatas meja.
Disini tidak ada waktu yang bisa disia-siakan,  tapi dia tahu kalau pekerjaan ini tidak mungkin selesai dengan kurangnya tenaga manusia....  Deadline membayangi,  tapi disini tidak ditemukan penyelesaian,  telah memaksa tubuhnya hingga sakit.  

"Nakai-san."

“Apalagi?! “

Dia mengangkat kepalanya setelah mendengar seseorang memanggilnya.  Ketika dia membuka mata seorang lelaki dengan senyum ramah muncul.

“aku telah menyelesaikan tugas bagianku dan aku siap untuk membantumu. “

“Oh... Kurata...  Apakah tidak masalah untukmu bergabung dengan kami? “

Kesedihan di wajah Nakai tersapu hilang,  seperti seorang lelaki yang menemukan sinar harapan ditengah keputus-asaan.

“Aku telah mencari petunjuk spesifikasinya dan telah mengerti situasi yang terjadi.  Bisakah kamu membiarkan aku menangani bagian pengelolaan? “

“Ten... tu saja,  aku akan memberikanmu passwordnya,  kamu bisa membuka folder pengelolaan juga.  Tolong tangani itu semua. “

“Eh Nakai-san,  Aku tidak dapat melakukan semua itu sekaligus,  bagian coding yang terkendala biar aku saja yang menyelesaikannya. “

Lelaki yang berbicara dengan Nakai adalah Kurata Tsubasa,  dia duduk di kursi yang telah disediakan oleh Nakai dan mulai bekerja. Dia mengetik kode pada editor,  semua itu dilakukannya sekaligus membaca laporan kemajuan dan petunjul spesifikasi. Ketida Kurata melakukannya,  dia memberikan instruksi kepada rekan disekitarnya.

“Pastikan mesin pengujian beroperasi,  penganalisis uji,  kamu bisa mengambil kesempatan ini untuk istirahat.  Erm, kita akan mulai pengujian intensif setelah 12. Untuk coding..  Tatsu-san,  bisakah kamu menyelesaikan 2 modul? Ya,  aku akan melakukan 10 lainnya.  Kiba,  di bagian ini ada beberapa hal yang aneh di petunjuk spesifikasi,  tolong perbaiki dan kembali menguji. “

Kurata berumur 28 tahun, merupakan bagian dari generasi muda di tempat kerja ini, tidak ada satu orangpun mempertanyakan perintahnya. Hal ini disebabkan oleh track record nya selama di perusahaan. Sejak Kurata bekerjandi perusahaan ini, dia menjadi teladan bagi hampir sebagian teman kerjanya. Sekarang Kurata telah mengambil bagian dalam pekerjaan ini, maka pekerjaan ini pasti akan berakhir baik. Manusia adalah makhluk realistis, jika mereka dapat melihat garis akhir, maka mereka dapat bertahan bagamanapun susahnya itu.  

“Baiklah, lakukan seperti. Aku akan mulai coding.”

“Hey Kurata, apakah kamu akan baik-baik saja?” 10 modul, bukan hal mudah tentunya.”

“Nakai-san apakah kamu lupa? Profesiku yang sebenarnya adalah progammer.”

Dengan mata setengah tertutup, senyum yang tak kenal takut muncul di wajah Kurata. Dia letakkan jemarinya diatas keyboar dan seluruh 10 jarinya mulai menari dengan kecepatan luar biasa. Dia mengetik code pada beberapa editor yang terbuka di layar, memproses data dengan cepat seperti aliran air yang deras. lelaki dewasa yang duduk diseberangnya, Tatsu, meletakkan pekerjaannya ketika mendengar suara ketikan yang luar biasa.

“Sudah kuduga ‘Sang Pertahan Terkahir’ dari perusahaan, dia telah menyelesaikan seluruh masalah sejauh ini… Aku harus mengejarnya.”

Semua orang mengerjakan pekerjaan dengan sepenuh hati dan pertarungan yang  lambat  membaik dengan cepat.
♦ ♦ ♦

Radio  menyiarkan pemberitahuan waktu. Jam dinding menunjukkan waktu 5:15 pm - waktu dimana pekerjaan usai. Menurut peraturan perusahan, jam kerja telah berakhir, akan tetapi Kurata baru saja meregangkan punggungnya dan menggerakkan bahunya yang lelah.

Dia telah menyelamatkan pekerjaan ini selama  tiga hari. Hari ini adalah batas akhir pengumpulan, tapi suasana tidak lagi se-putus asa tiga hari yang lalu. Pekerjaan yang mereka pikir tidak memiliki harapan telah diselamatkan oleh tangan ahlinya.

Bersyukur Kuraya menyelesaikan progamming dalam satu hari dan tim lainnya bekerja tanpa istirahat. Mereka akhirnya mamupu menyelesaikan tepat sebelum deadline. Meski Kurata menyelesaikan pekerjaannya dalam waktu yang singkat, dia mampu menangani tiap bagian dengan sempurna. Sebuah kemampuan luar biasa lebih dari yang dapat dippikirkan orang. Sayangnya, kemampuannya terlihat luar biasa karena dia selalu menangani  pekerjaan yang bermasalah.

Setelah pertarungan yang panjang, berkaleng kalenk kopitelah habis, dan minupan enegri yang menumpuk seperti batu nisa di meja Kurata. Dia dapat melihat pejuang (Penganalisa uji) tersenyum damai dan akhirnya jatuh di tempat tidur yang dibuat dari kursi. Kurata telah mengurangi jam tidurnya hingga ketitik minimum. Dan dia merasa bahwa sekarang adalah waktunya untuk beristirahat.

“Baiklah, klien kita telah menerima produk! Kita selesesai! Berita baik kawan, sekarang kita dapat beristirahat dengan tenang!”

Kurata bangun dan dengan mata terkantuk memberikan pose kemenangan kepada Nakai. Dia memikrikan untuk segera pulang dan beristirahat, tapi akhirnya memilih untuk tidur sebentar. Ketika Kurata bangun dan pulang ke rumah, jam sudah menunjukkan waktu kereta terakhir.

Setelah beberapa hari melakukan pertarungan mati-matian, akhirnya akhir bulan datang. Berbicara tentang akhir bulan, semua orang akan berpikir tentang kebahagiaan para pekerja, yaitu gajian.

Kurata mematikan komputer dan bersiap untuk segera pulang. Dia tidak sendirian, rekan kerjanya juga mulai pergi. Mengiktu trend yang populer, perusahaan memotong jam kerja para karyawan kantor. Perusahan berkewajiban untuk membiarkan karyawannya untuk pulang tepat waktu, khususnya saat gajian. Meskipun hal tersebut merubah keharusan, peraturan itu kadang terabakian ketika beberapa kesibukan terjadi. Dibandingkan dengan pengalaman seperti di neraka sebelama beberapa hari sebelumnya, sekarang terasa lebih santai tentunya.

Hari ini adalah hari Jum’at yang menyenangkan. Beberapa orang tergesa gesa untuk bertemu dengan keluarganya, beberapa bertemu dengan temannya, ataupun bersiap untuk berbelanja. Terdapat beberapa lainnya yang hanya ingin beristirahat di rumah. Semua memiliki keingingan yang berbeda, tapi untuk mereka yang mendapat gaji, mereka telah menunggu-nunggu untuk merayakannya dengan bersenang-senang di akhir minggu.

Kurata juga sama seperti mereka. Beberapa rekannya yang telah melewati pertarungan mati-matian bersama-sama berkumpul dibelahnya.

“Kurata, ingin minum malam ini? Kamu telah memberikan bantuan luar biasa, aku akan mentrakirmu.”

Nakai membuat gerakan seperti minum sake dan rekan lain yang telah bekerja bersama seperti Tetsu dan Kiba juga berdiri dibelakangnya. Kurata bersiapuntuk ikut dengan merekaketika dia mengingat jadwalnya dan menjadi ragu.

“Ah, Maaf Nakai-san, aku sudah punya janji, mungkin lain waktu.”

“Nakai-san, hari ini adalah hari ‘itu’, Hobi Kurata…”

“Oh…. Itu. Oh yasudahlah, lain kali jangan lewatkan ini.”

"Baik."

Kurata menatap mereka pergi dan menuju ke arah tujuannya juga. Lelaki muda bertalenta yang dikenal sebagai “Sang Pertahanan Akhir”, yang selalu di andalkan oleh semua orang, memiliki hobi unik yang ditehaui oleh semua orang di perusahaan.
Akhir pekan ini, di jalan udara lembab musim panas yang penuh sesak dengan para pekerja yang pulang dari kantor. Jalanan menuju stasiun penuh dengan manusia. Setelah berjalan beberapa langkah akhirnya macet terurai.

“Gaji Lembur!”

Lelaki  itu, Kurata berteriak di depan ATM. Jika dia beteriak ddi depan banyak orang mungkin saja dia akan dilaporkan karena terlihat sangat mencurigakan.

Emosi itu keluar dari angka yang terpajang di layar ATM. Kasus yang dia tangani umumnya adalah kasus yang berbahay dan membuat stress. Tapi seluruh usahanya terbayar dengan gaji lembur, uang simpanannya naik dengan baik.

Tanpa ternsyum lagi, Kurata mengambil uangnya dan segera berjalan ke arah yang ditunya. erakannay tanpa ragu, sebuah tanda bahwa dia telah melakukan hal yang sama berulang--ulang. Tidak berapa lama sebuah gedung muncul di hadapannya. Gedung itu merupakan toko elektronik yang berada di pusat perbelanjaan. Di lantai 3 merupakan tempat penjualan mainan yang besar- tujuannya.

♦ ♦ ♦

Beberapa jam kemudian, seorang lelaki meningalkan bagian mainan ketika musuk penutup toko terdengar dibaliknya.

“Sudah kuduga diskon akhir bulan ini sangat bagus!”

The man carried two full bags in each hand, both double layered to prevent tearing. His backpack was also bulging in a strange shape. His bags were filled with plastic models. He was a 'model nerd'.

Lelaki itu membawa dua tas penuh di kedua tangannya, keduanya memeliki lapisan tambahan untuj mencegah tas itu sobek. Tas punggunya juga terlihat penuh dengan bentuk yang aneh. Tasnya telah pebuh dengan model plastik. Dia adalah penggemar model (TL:kayak figure gundam gitu yang dirakit).

“Surfacer, cat, dan peralatan sudah di suplai kembali… festival modelling akan segera dimulai…”

Untuk gaya hidupnya yang sangat sibuk, pergi berbelanja ria saat gajian dan festival modeling merupakan kebahagiaan terbesarnya. Mungkin hal itu terlihat membosankan dan kehidupan normal menjai beban baginya, tapi jumlah model yang dibelinya tiap  tahun selalu bertambah. Akhirnya itu menjadi kebiasaan bulanan dan Kurata sekarang benar-benar menjadi ketagihan.

Dia tersenyum-senyum seperti orang bodoh, berjalan menuju rumahnya dengan tas ditangannya dengan bahagia. Apartemen tempat Kurata tinggal berada hanya berjarak tak jauh dari perusahaan. Stasiun bertempat diantara temmpat tinggalnya dan perusahaan. Kurata perlu berputar arah kapanpun dia mengunjungi toko elektronik. Tapi hal itu tidak masalah baginya karena dia bisa mendapatkan yang dia inginkan. Kurata brjalan melewati kompel rumah yang seunyi sambil bersiul senang. Kepadatan sangat rendah pada jam ini.

Suara mesin memecah keheningan dan cahaya yang datangg menghalangi pandangannya. Dengan cahaya dari jauh yang membutakannya, dia segera berjalan menuju seberang. Jalan itu lumayan lebar, tapi itu akan menjadi masalah jika salah satu tasnya rusak. Kurat mengeryit pada cahaya yang terlalu terang di sekitar perumahan. Tapi dia tidak memikirkannya dan terus berjalan.
The dazzling headlights fatally slowed his reaction. The car came straight at him with no sign of stopping. By the time he realised, it was too late for him to avoid it.
Cahaya yang terlalu terang membuatnya bereaksi lambat. Mobil itu datang tepat menuju kearahnya tanpa menunjukkan tanda akan berhenti. Ketika Kurata menyadarinya, semuanya telah terlambat untuk menghindarinya.

"Hey, tunggu..."

Suara mesin yang bergema di telinganya dan pandangannya yang terpaku pada cahaya. Dia merasa bulu kuduknya menjadi dingin.

Kurata bertbarkan dengan mobil dengan kedua tangan memeluk tasnya. Ketika tabrakan terjadi, dia mendengar suara yang mengerikan dari tubuhnya. Tubuhnya terpental di udara, sebelum akhirnya dia kehilangan kesadaran karena rasa sakit dan seluruh emosi berkumpul dipikirannya. Dia tidak terlihat berubah dari tatapan ataupun memaki nasibnya sebagai korban dalam kecelakaan ini.

‘ah.. aku tidak bisa membuat model yang baru saja kubeli dan seri dari model itu akan dijual bulan depan, sungguh menyebalkan!’

Pikirannya hanya berisikan keinginannya yang kuat terhadap mosl yang tidak akan lagi bisa dia buat.

♦ ♦ ♦

Sekitar jam 10 malam, seorang lelaki tertabrak di Kota K distrik S. Korban merupakan karyawan kantor yang bertempat tinggal di sekitar tempat kejadian, Kurata Tsubasa (28). Sebuah ambulans telah di berangkatkan setelah seorang warga melapor. Tapi mereka gagal untuk menyelamatkan korban. Menurut investigasi dari kepolisian, pelaku menyetir dengan kondisi …”

Bagaimana? Apakah penasaran dengan chapter selanjutnya? Komen dibawah ya teman-teman kalau kalian ada pesan atau mungkin ada bagian yang perlu diperbaiki! Sayonara!

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images