Marriage Concerto bagian 2: Kesempatan

July 04, 2017

Me...menikah????
Ding Meng terpaku. Pacar bohongan yang direncanakannya adalah ide yang baru saja terpikirkan olehnya setelah bingung dan frustasi. Tidak disangka, disini ada orang yang memiliki ide lebih berani untuk memikirkan pernikahan palsu!
Ding Meng menatap Qiao Yi Chen dan bertanya,” Apakah kamu membicarakan pernikahan dimana kamu mencari ahli untuk membuat sertifikat pernikahan palsu?”
Qiao Yichen termenung sesaat sebelum akhirnya menjawab,” Tentu saja tidak, ibuku akan segera mengetahuinya jika palsu.” 

Ding Meng mengeryit,”Lalu apakah kamu berencana untuk benar-benar menikah? Bagaimana setelah menikah? Setelah masalah ini terlewati, bukankah kita akan bercerai? Lalu aku akan menjadi seorang janda???”
Qiao Yichen berpikir sesaat. Meskipun sesungguhnya dia tidak mempermasalahkannya, hal itu memang menjadi beban untuk seorang wanita. Idenya yang muncul tiba-tiba itu memang dia katakan tanpa pikir panjang. “Aku mengatakannya tanpa pikir panjang. Jangan kau pikir dengan serius.”
 “Mm.” Ding Meng menundukkan kepalanya. Lupakan. Dia memutuskan untuk menggunakan rencana awalnya dan mencari teman makan chuan chuan *sejenis makanan –nya si Xiao Zhuo untuk berpura-pura menjadi pacarnya. Meskipun Xiao Zhi tidak setampan Qiao Yichen, paling tidak harganya sebanding. Hanya dengan mentraktirnya chuan chuan, dia dengan senang hati akan mengambil peran itu.
Ding Meng memutuskan untuk tidak tinggal berlama-lama lagi. “Baiklah, aku masih ada beberapa hal yang harus kulakukan. Aku akan pergi duluan. Mari kita berbicang lagi lain waktu.”
Qiao Yichen melihat Ding Meng dan tertawa. “Apakah kamu memiliki cara untuk menghubungiku?”
Ding Meng mengedip. “ Apakah nomor telpon yang ada di buku kelas masih kau gunakan?”
Qiao Yichen mundukkan menundukkan kepalanya dan tertawa kecil. Dia mengeluarkan handphone nya dan bertukar nomor dengan Ding Meng. Stelah itu Qiao Yichen bertanya, “Kemana kamu pergi? Aku bisa mengantarmu.”

Ding Meng mengibaskan tangannya dan berkata, “ Tidak perlu. Rumahku jauh dari sini. Cukup naik bis untuk kembali.” Hari ini dia telah menjelajah jauh hingga melewati setengah kota untuk datang dia bagian timur kota tempat kafe ini berada.
Qiao Yichen tidak memaksa. Setelah mengirim Ding Meng pergi, Qiao Yichen pergi menuju arah tempat kerjanya.
Di tengah perjalanan, Ibu Qiao Yichen menelponnya dan memaksanya untuk pulang ke rumah. Qiao Yichen mendesah. Qiao Yichen tahu bahwa pasangan kencan butanya telah pergi melaporkan Qiao Yichen kepada yang mulia ratu.
Sesuai dugaannya, ketika Qiao Yichen sampai ke rumah, Mama Qiao berdiri di depan pintu menunggu untuk menghukumnya.
 “Qiao Goudan! Hal baik apalagi yang telah kau lakukan hari ini!”
Qiao Yichen mengunci mobilnya dan memutar kunci ditangannya, kemudian dengan ahli menseluncurkan kunci itu masuk kedalam saku celananya. “Menurut sang teladan Lei Feng, melakukan hal baik merupakan hal yang wajar. Kamu tidak perlu ribut dengan hal yang tidak perlu.”
Mama Qiao hampir meledakan amarahnya karena Qiao Yichen. “Nona Pang menangis di telpon, dia mengatakan...”
 “Cerita dongeng adalah kebohongan?”Qiao Yichen mengatakan hal sarcastic mengutip sebuah lagu di cina
 “....mengatakan padaku bahwa nyanyinnya terdengar seperti suara bebek!”
Qiao Yichen menatapnya kaget.”Dia mengatakannya seperti padamu?”
Mama Qiao menampakkan senyum palsu. “Apakah dia mengatakan hal yang salah tentangmu?”
Qiao Yichen menjawab,” Jelas-jelas aku mengatakan bahwa suara bebek terdengan lebih baik daripada nyanyiannya.”
Mama Qiao, “……”
Mama Qiao melangkah, kemudian meraih dasi Qiao Yichen dan menariknya kedalam rumah. “Qiao Yichen, Ibu katan padamu, jika akhir bulan ini kamu tidak menikha, maka bulan depan kamu harus keluar dari pekerjaanmu dan kembali ke perusahaan untuk membantu kakakmu!”
Mama Qiao selesai bicara dan dengan tajam menatap Qiao Yichen, membiarkan tatapan dinginnya sebelum pergi menuju tangga keatas. Qiao Yichen duduk di sofa, melonggarkan dasi yang telah ditarik  kedalam kekacauan ini dan mendesah.
Dia tahu ibunya tidak sungguh-sungguh menginginkannya untuk menikah. Dia hanya ingin menggunakan cara ini untuk memaksanya membantu perusahaan.
Kali ini, memang benar perusahaan sedang membutuhkan tenaga kerja. Meskipun begitu, Qiao Yichen...
Mata Qiao Yichen perlahan lembab. Sebelum dia memperoduksi album lain yang memuaskan untuknya, dia sungguh-sungguh tidak ingin keluar dari pekerjannya.
Ding Meng turun dari bis. Sebenarnya Ding Meng ingin segera bertemu dengan Xiao Zhuo, tapi baru saja Ding Meng melangkah, dia menerima telpon dari teman baiknya Jiang Nanqing. “Meng meng, aku baru saja gajian. Malam ini aku akan mentraktirmu chuan chuan.”
Ding Meng merasa jika dia tidak datang maka dia telah menyia-nyiakan kesempatan. Dengan sengan hati Ding Meng menerima ajakan Jiang Nanqing. “Ok, aku kan pergi ke 10 li dari Florant Fragance dan menunggumu.” T/
Jiang Nanqing, “…..”
Jika itu tentang makan chuan chuan, Meng Meng lebih cepat dari siapapun.
Ketika Jiang Nanqing tiba, Ding Meng telah meempati meja terbaik di restoran. Duduk sendiri di samping jendela, dia menjaga sepanci berisi chuan chuan.”
Jian Nanqing tersenyum dan berjalan kearah Ding Meng. “Aku dengan kamu ke kencan buta hari ini. Bagaimana tadi?”
Ding Meng memutar matanya dan menggerutu,”Apakah yang kau maksud sanga pangeran ramal? Dia dengan mudah menipu jika dia mengenakan jubah Taoist.”
Jiang Nanqing tertawa dan bertanya dengan semangat,”Dia seorang peramal?”
Ding Meng mengerutkan dahinya dan berbpikir sesaat. “Dia mungkin saja tidak pernah lulu kelas dua SMP.”
Saat Ding Meng berbicara, makanan yang ada dipanci telah mendidih menuju permukaan. Ding Meng mengambil daging sapi dengan sumpitnya dan memindahkan semua daging menuju mangkoknya. Jiang Nanqing memutar matany dan juga mengambil daging sapi, menaruhnya kedalam mangkok miliknya.
Ding Meng mencampur daging di dalam mangkuknya menambahkannya dengan cabai dan bertanya ,”Nanqing, apakah 25 tahun termasuk tua?”
Jiang Nanqing mengunyah sepotong daging sapi pedas sebelum menjawab, “ Itu tidak tua, tapi jangan membodohi dirimu untuk berpikir bahwa 25 masih muda. Umur berlalu dengan cepat. Kamu akan berumur 30 sebelum kamu menyadarinya.” Jiang Nanqing mengambil botok cuka dan menuangkannya kedalam mangkuknya. “Dan juga, 25 merupakan batas bagi wanita. Ketika kamu melewati umur itu,  setiap aspek dari tubuhmu juga akan mulai menurun.”  
Ding Meng mengerutkan dahi, memikirkan bahwa chuan chuan didalam mulutnya tidak lagi lezat.
 “Jadi orang tuamu khawatir dan mengatur kencan buta untukmu merupakan hal yang kau syukuri. Siapa yang menyuruhmu untuk melewatkan waktu untuk cinta muda. Jika kamu tidak berhati-hati, maka kamu akan berakhir menjadi pengantin tua.”
Ding Meng, “…..”
 “Tapi jika kamu sungguh-sungguh tidak inign menikah, jangan lakukan itu. Jangan menikah hanya karena kamu harus menikah.” Jiang Nanqing menatap mata Ding Meng,”Contohnya, aku punya seorang teman kuliah, Xiao Qiu. Kamu masih mnegingatnya? Dia dipaksa menikah oleh keluarganya. Akhirnya setengah tahun kemudian dia cerai. Terakhir kali aku bertemu dengannya, dia telah memiliki suami lain.”  
Ding Meng, “…..”
 “Jadi jika memang kamu tidak ingin menikah, tetaplah teguh dengan keputusanmu. Jangan percaya bahwa menikah adalah sebuah kewajiban untuk memenuhi tanggung jawab kepada orang tuamu. Akhirnya kamulah yang memiliki kehidupanmu.”
Ding Meng tidak bisa berhenti terkagum-kagum. “Wow Nanqing. Kamu terdengar seperti ahli-ahli di TV. Aku hampir saja percaya bahwa kamu memilih jurusan studi pernikahan saat kuliah.”
Jiang Nanqing bicara dengan nada meremhkan, “ Aku belum lulus kuliah saat aku mulai dipaksa unutk ikut kencan buta. Setelah lama mengahadapi keluargaku, bagaimana mungkin aku tidak memiliki kata-kata bijak.”
Ding Meng tertegun sesaat dan mendekat kearah Jian Nanqing. “Tebak siapa yang temui saat kencan buta hari ini?”
 “Tidak mau menebak.”
 “Huh.” Ding Meng menatapnya dengan tatapan “membosankan”, tapi kegembiraanya terdengan dari suaranya. “ Aku bertemu dengan teman SMP-ku Qiao Yichen. Apakah kamu mengingatnya? Dia dulu sering datang ke kompleks kitauntuk bermain.”
Jiang Nanqing berpikir sesaat dan akhirnya mengingat sesuatu. “Yah, apakah kamu berbicara tentang laki-laki tampan itu? Bagaimana dia sekarang? Dia tidak berubah menjadi jelek, kan?”
Mulut Ding Meng manyun. Orang yang dangkal benar-benar berpikir sempit. “Dia bahkan lebih tampan dari sebelumnya dan telah menjadi sangat dewasa.”
Jiang Nanqing menatap Ding Meng, matanya menyimpan ketertarikan. “Apakah mungkin ada sesuatu yang muncul diantara kalian berdua?”
Ding Meng berpikir dan memnjawab dengan jujur. “Hari ini dia mengajakku untuk menikah dengannya.”
“Pu-!, hai hai!” Jiang Nanqing mengambiskan energi untuk mengendalikan dirinya untuk tidak memuntahkan daging sapi yang ada dimulutnya. Tapi akhirnya daging itu terjebak ditenggorokannya. Jiang Nanqing terbatuk-batuk dan menegak teh dingin sebelum akhirnya tenang. “Apa yang kamu katakan? Menikah?”
Jiang Nanqing mengangguk kan kepalanya dan berkata,” Benar, tapi jangan terlalu semangat. Yang dia maksud adalah pernikahan diluarnya saja. Dia juga dipaksa oleh orang tuanya untuk segera menikah.”
Jiang Nanqing berpikir sesaat. “Maksudmu menikah hanya untuk pertunjukkan saja?” Alisanya mengkerut. Jiang Nanqing menaruh sumpit ditangannya dan ekspresinya berubah menjadi serius. Dia menatap Ding Meng. “ Kamu tidak mungkin percaya dengan pernikahan palsu ini. Sebelum menikah lelaki akan mengatakan hal-hal yang indah tapi setelah menikah sifat aslinya akan muncul! Hal seperti itu banyak terjadi pada kasus pernikahn yang dipaksa. Tambah pula, ketika bercerai juga ada masalah seperti pembagian aset. Kamu lebih baik tidak menjadi orang bodoh.”
 “Aku tahu, aku tahu.” Ding Meng menambahkan sayur kedalam mangkuknya. “ Dia mengatakannya secara spontan. Jangan kau pikir serius.”
Jiang Nanqing mengunyah sayur yang ada dimangkuknya dan mengangkat kepalanya untuk menatap Ding Meng. “Kamu lebih baik tidak memikirkan hal yang bodoh!”
“…..Ok got it.” Tomorrow she would find Xiao Zhuo zi to be her fake boyfriend.
“Ok, aku mengerti.” Besok Ding Meng akan menemui Xiao Zhuo untuk memintanya menjadi pacar bohongan.
Membuat Xiao Zhuo setuju menggunakan tipu muslihat Ding Meng akan sukses dengan sempurna. Ding Meng baru saja menyusun rencana untuk mencari kesempatan mengenalkan Xiao Zhuo kepada neneknya ketika Ibunya menelponnya. “Meng Meng, penyakit jantung Nenek memburuk. Dia berada di Rumah Sakit Zhong Xin. Cepat pergi kesana!”
 “Apa?!” Ding Meng panik. Ini bukan karena dirinya merusak kencan buta kemarin membuat Nenek mengamuk kan? Mengehentikannya pikiran buruknya, Ding Meng memanggil taksi dan buru-buru pergi ke arah rumah sakit.
Ketika Ding Meng sampai di ruang pasien, orang tuanya berada di lorong. Ding Meng berjalan dan bertanya,” Bagaimana nenek?”
Ding Mama menjawab,” Dia baik-baik saja. Tapi dokter mengatakan kalau penyakitnya telah stabil sekarang, tapi bisa saja memburuk. Dia harus tinggal dan dipantau di rumah sakit untuk beberapa hari.
 “Ah...” Mendengan nenek baik-baik saja, Ding Meng sedikit lega. Ding Meng menatap ke arah ruangan ru,mah sakit dan bertanya,” Apakah aku bisa menengoknya?”
Ding Mama mengangguk dan menjawab, “ Dokter menasehati kita untuk mencoba tidak mengganggunua dan membiaraknnya beristrahat sebanyak yang dia bisa.”
 “Baik, aku mengerti. Kau hanya mengeoknya sebentar kemudian keluar.”
Dia dengan tenang membuka pintu dan dengan hati-hati berjalan masuk. Ding Meng pikir gerakannya sudah sangat ringan, tapi mata Neneknya membuka tepat saat dirinya masuk.
Tangannya meraih kantung infus. Hidungnya tertutup masker oksigen. Ding Meng berdiri disamping tempat tidurnya,” Nenek bagaimana keadaanmu?”
Nenek tidak mengatakan apapun. Ding Meng dengan ceman berkata,” Apakah kamu menyalahkan aku karena telah merusak kencan buta lagi?”
Kali ini nenek akhirnya menghembuskan nafas dan dengan lembut menjawab, “Kamu pikir alasan nenek menyuruh ikut kencan buta hanya karena ribut dengan Nenek Liu? Kamu tahu kesehatan nenek tidak terlalu baik. Nenek bisa saja mati kapan pun. Aku hanya ingin melihat cucu perempuanku menemukan kebahagiaannya...”
Kata-kata ini membuat hidung Ding Meng terisak. Ding Meng membungkuk dan menggengga,m tangan keriput nenek. “Nenek, sejujurnya aku tidak pernah mengatakannya padamu, tapi aku sudah memiiki pacar!”
Mata nenek berkedip. Dia sedikit menggerakkan kepalanya untuk menatap Ding Meng. “ Kamu tidak mengatakan pacarmu adalah lelaki yang selalu makan chuan chuan dengan, si Xiao Zhuo kan?”
Ding Meng, “….”
Bagaimana Nenek tahu tentang Xiao Zhou......
 “Tentu saja bukan dia! Pacarku sangat tampan. Baru saja kemarin dia meminta ku menikah dengannya!”
Nenek mendengarkan kata itu hampir saja duduk di tempat tidurnya. “Apakah kamu mengetakan hal yang sebenarnya? Sejak kapan kamu pacaran dengannya? Kamu tidak mengatakan apapun sebelumnya!”
 “Aku jujur, benar-benar jujur. Aku akan membawanya kesini besok, oke?”
“Oke, janji.”
Setelah meninggalkan rumah sakit, Ding Meng akhirnya menyadari perkataan spontannya akan menjadi kebohongan yang lebih besar. Jika dia kembali dan mengatakan kepada Nenek kalau ini hanya tipuan untuk membuatnya senang, Nenek akan sangat marah.
Ampun, ampun,ampun! Ding Meng menggelengkan kepalanya. Ding Meng mengambil hp di tasnya dan menemukan nomor telpon Qiao Yichen yang diberikannya kemarin.
Telpon atau tidak, itulah pertanyaannya.
Ding Meng menatap barisan nomor di layar hpnya selama lima menit. Akirnya, Ding Meng mengumpulkan keberaniannya untuk membuat panggilan.
“Ding Meng?”

Setelah suara Qiao Yichen terdengar, Ding Meng mengambil nafas dalam-dalam dan berteriak,”Qiao Yichen! Ayo kita menikah!” 

Cerita ini juga aku terbitkan di wattpad silahkan di cek yah :)

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images