H0-1 Di Jepang

May 16, 2017

Hai teman-teman blog semua! 

Jepang adalah negara yang luas dengan ibukota Tokyo yang padat. Tokyo yang sudah kuimpikan sejak lama akhirnya ada di depan mata. Bukan hanya di kotak layar di rumah atau di laptop. 

H 0

Hari itu adalah Senin 14 Maret 2017 merupakan tanggal keberangkatan dari bandara Abdurrahman Saleh Malang menuju bandara Soekarno Hatta Jakarta. Yang nantinya akan berlanjut dari Jakarta menuju Haneda Airport Tokyo. 

Sebelum berangkat ke bandara aku sudah melakukan check in online di website Garuda Indonesia. 

Check in online? Buat apa?


Tahu nggak sih gunanya check in apa? Yaitu untuk kepastian maskapai bahwa kita adalah penumpang yang akan berangkat semacam absensi gitu. Nah setelah kita check in kan biasanya dapat selembar kertas bernama boarding pass yang di dalamnya terdapat informasi penerbangan kita seperti nomor pesawat, nomor tempat duduk, gate keberangkatan, dan waktu boarding. 

Untuk teman-teman yang akan ke Jepang menggunakan maskapai Garuda maka otomatis akan mendapat jatah bagai sebanyak 46 kg! Wow banyak banget?!

Kalau sudah melakukan web check in silahkan print boarding yang sudah dikirim lewat email. Di situ tertera jelas infromasi yang kita butuhkan kecuali terminal keberangkatan. Haha itulah yang saya bingungkan. 

Karena di Malang bandaranya nggak besar maka tidak perlu ada keterangan terminal hanya gate saja. Tapi untuk check in pesawat di Jakarta tentu saja butuh tahu kan terminalnya. Nah makalakukanlah browsing terlebih dahulu penerbangan pesawat maskapai yang akan kamu naiki berangkat dari terminal berapa. 

ini contoh screenshot dari boarding online

Keberangkatan dari Malang sekitar jam 1. Jadi aku berangkat dari rumah sekitar jam 11. Kemudian melakukan check in bagasi. Oh iya bagasi!

Kalau kamu pemula perjalanan jauh seperti aku maka kamu akan bertanya-tanya apakah koper bagasi sampai di Jakarta atau di Tokyo? Karena dua penerbangan ku dalam 1 kode booking yang sama. Pertanyaan itu di jawab saat aku akan check in bagasi. 

Petugas :"Mau langsung diambil di Tokyo atau di Jakarta?"

Oooh, jadi kita bisa milih ternyata. Karena transitku yang super duper lama (15.00-23.00) aku pikir akan butuh beberapa barang yang ada di koper selain itu kata mama papa yang parno kalau koper sampai hilang jadi nyuruh aku untuk drop di Jakarta dan di check in lagi bagasinya pas mau berangkat. 

Apakah praktis? TIDAK! 

Itu ribet banget akhirnya karena koperku besar dan setelah diambil di bandara Jakarta harus aku bawa terus sampai waktu check in pesawat selanjutnya yaitu jam 20.00! 5 jam lagi! Mau ke kamar mandi riber mau sholat ribet mau makan ribet. Pokoknya ribet!

Apakah menyesal? TIDAK!

Why? Karena kembali ke prinsip wejangan ortu yang takut koper hilang. Meskipun aku nggak pernah berharap apes. Paling tidak diperjalanan yang aku hanya sendiri tanpa siapa pun harus meminimalisir kemungkinan hal buruk terjadi. Toh jedanya jauh antara kedatangan pesawatku dan keberangkatan pesawat selanjutnya. 

Kalau transit mepet? JANGAN!

Yah karena nunggu bagasi makan waktu 20 menit. Dan untuk check in kamu harus mengahbiskan waktu lagi. Tidak efisien, takutnya malah kamu ketinggalan pesawat sedih kan? 

Duh ceritanya kemana-mana, setelah aku taruh bagasi (back to check in d Malang) langsung cari tempat duduk. Karena masih agak lama jadi santai-santai dulu. Bandara Abdurrahman Saleh memang kecil tapi bersih dan sudah ada beberapa fasilitas seperti restoran, tempat oleh oleh, dan juga servis pijat. Good Job Malang!


Oh ya aku selalu bawa tas punggung alias backpack. Untuk sepatu aku cuma bawa 1 karena malas bawa banyak dan belum tentu nyaman. Sepatu yang kupake adalah sepatu olahraga yang nyaman banget merk Eagle. Itu merk lokal yah cintai produk Indonesia! 


Di dalam tas punggung tentu saja bawa.an penting yang tidak boleh hilang. Seperti paspor, dompet, hp, charger, powerbank, snack (wajib buat yang nggak mau ribet dan lebih irit), botol minum, mukena+sajadah, kacamata cadangan (minus 4 takut kan kalau pecah apalagi kaca), make up minim, alat mandi, handuk kecil, tissu basah, tissu biasa, dan jaket! Karena cuaca di Jepang dingin maka harus sedia jaket mulai dari pesawat. Jangan nungguin buka koper lagi. 

Dan akhirnya berangkat! Pesawat yang digunakan adalah tipe kecil yang 1 row ada 6 seat. 3 kiri dan 3 di kanan. Karea=na ini maskapai Garuda yang full service tentu saja ada entertainment seperti kayar sentuh dengan film, game, maupun musik. Dan nggak ketinggalan snack untuk perjalanan di bawah 3 jam (kayaknya). 

Ini adalah kali pertama perjalananku di pesawat sendirian. Tanpa orang tua maupun sodara. Membuat ku nerveous dan cemas. Apalagi dengan cuaca mendung Indonesia pada waktu itu. Pesawat beberapa kali mengalami sedikit guncangan sehingga pramugari yang biasanya melakukan servis minum dan snack di pending agak lama. Hanya bisa berdoa dan nggak bisa tidur sama sekali. 

Akhirnya sampai di bandara Soetta Yay! Alhamdulillah! 

Hal yang aku lakukan pertaman tentu saja turun dari pesawat, menyalakan hp dan laporan ke orang tua kalau sudah nyampek, dan mengikuti arus manusia berjalan menuju pengambilan bagasi. Saat pengambilan bagasi kalau kamu bingung seperti aku maka selalu usahakan membaca apapun yang bisa dibaca entah tulisan di layar atau lainnya. Akhirnya ketemu lah tempat pengambilan bagasiku. Setelah bagasi diambil langsung cari tempat buat solat. Perjalan hari itu sedikit telat dari jadwal karena cuaca jadi aku cepat-cepat mengejar waktu untuk solat. 

Setelah solat, langsung menuju keluar dan mencari tahu harus kemana selanjutnya. Penerbangan selanjutnya masih jam 23.00 tapi karena aku nggak mau ribet maka aku pilih untuk naik bis dari terminal 3 menuju terminal 2. Yang harus melewati terminal 1 dulu baru 2. 

Naik bis gratis dari bandara memang ekonomis tapi belum tentu praktis. Apalagi jika transitmu pendek. ingat ya rute bis itu 1-2-3-1-2-3. Saat itu ada bapak-bapak di sebelah ku yang terlihat gelisah. Saat kutanya ternyata Bapak itu akan terbang 1 kurang lebih 1 jam lagi. apa yang membuat resah karena macet! Iya saudara-saudara bis antar terminal ini terjebak macet! 

Oh, oh, oh, kukira bis bandara lewat jalur khusus ya ternyata kenak macet juga. Itulah yang menakutkan! Itulah yang perlu diwaspadai! Apalagi pemula seperti aku yang membuautuhkan waktu lebih untuk melakukan in itu di tempat baru. 

Setelah sampai waktu di terminal 2 menunjukkan pukul 18.30 begitu ribetnya aku sampai memerlukan waktu kurang lebih 2 jam untuk solat ambil bagasi dan pindah ke terminal 2. 

Setelah sampai di terminal saya langsung membeli makan dan mondar mandir mencari gate. Setelah membeli makan saya masuk ke gate. Salahku adalah waktu check in masih lama. Artinya aku terjebak untuk tidak melakukan apapun. Yah nggak juga sih. 

Akupun bertanya ke petugas musolla untuk persiapan solat dan istirahat dan juga makan di sekitar musolla. Rasanya ngantuk luar biasa pas lagi nunggu kebeangkatan apalagi keberangkatan pesawat tengah malam. Dan nggak lucu kan kalau ketinggalan pesawat karena ketiduran? Karena itu aku santai aja baca komiklah, ngelamun lah, makan snack lah. Lihatin orang lah (loh?). Derita solo traveler kayaknya kesepian dan takut ketiduran. 

Saat jam 22.30 aku mulai berangkat ke tempat waiting room. Dan nggak lama kemudian pesawat beragkat menuju tokyo. Oh ya pas di ruang tunggu dan sebelum boarding ada cewek yang tanya aku. 

"Mbak itu disebelah sana kok udah boarding yah?"

Aku tahu sih kalau udah ada yang boarding tapi buat bisnis sama sky priority dulu yang dibuka. 

"Itu bisnis dulu kok"

Dan akhirnya percakapn kami berlanjut menjadi perkenalan. Namanya Lutfia seorang mahasiswi beasiswa yang lagi kuliah di Tokyo. Kami tukeran id line dan Fia juga menawarkan buat menemani di Tokyo kalau dia kosong saat 3 hari kedepan aku disana. Ya Allah baik banget ini anak. 

Perjalanan di pesawat sangat menyenangkan. Dua kursi di kananku kosong. Jadi aku bisa meluruskan kaki dan tidur nyenyak. Tapi apalagi itu hanyaa impian dan harapan. Karena faktor cuaca beberapa kali terdengar himbauan memakai sabuk pengaman. Membuatku kembali cemas. Yah kita sebagai hamba cuma bisa berdoa kan? 

Garuda sendiri memberikan servis berupa selimut, kaos kaki, dan penutup mata. Selain itu minuman dan wine juga disediakan. Aku merasakn snack pertama yang luar biasa enak menurutku. Yaitu roti dengan isi daging yang hangat. Uenak pokoknya. Selanjutnya paket makan ala jepang yang hmmmm agak hambar. Tapi enak kalau kita menilai dari 1 set. Ada buah, ada kue, ada roti, lengkap kan? 

H 1

Aku mendarat di Haneda pada jam 09.00 pagi waktu Tokyo. Pagi itu cuaca mendung dan sedikit gerimis. Yay akhirnya aku sampai di Tokyo! 


Aku mulai mennyalakan hp dan menunggu koneksi dari XL pass yang sudah kudaftarkan. Stelah terkoneksi aku langsung menghubungi Mbak Lila kakak kelas SMA yang akan menemaniku selama di Tokyo. 

Saat mengambil bagasi Fia mengechat lineku dan terlihat duduk di dibelakangku. Kami berdua menunggu koper. Saat di imgrasi ini lah satu hal tidak terduga. Aku belum tahu yang namanya random check. Dan mungkin wajah lusuhku sedikit membuat mereka bertanya apakah aku punya duit (wkwkwkwkw nggak lah). 

Petugas imigrasi mengecek pasporku. Kemudian menanyakan jadwal perjalananku. Aku jawab kalau akan keliling spot spot terkenal di Tokyo ditemani seorang kenalan. Terus petugas malah bertanya lebih rinci seperti " siapa namanya? tinggal dimana? sedang apa di tokyo? nomor telponnya berapa?" kaget sekali mendengarnya dan cemas gitu. Aku jawab sebisaku dan kembali si petugas bertanya "boleh lihat history chatmu" kujawab boleh tapi ini chat pakai bahasa Indonesia loh mas nggak bakal ngerti (batinku). Setelah di cek dan diminta memperlihatkan tiket pulang dan juga voucher hotel akhirnya aku lolos. 

Rasanya dag dig dug loh takutlah di deporatsi. Mungkin karena visa umroh kemaren dikira aku TKI kali yah? Fia dengan sabar menunggku ceileh anak baik banget ini. 

Chatku tidak dibalas oleh Mbak Lila dan aku bingung apakah harus langsung ke hotel saja ditemani Fia atau menunggu mbak Lila datang. Tenyata Mbak Lila salah naik kereta dan salah arah akhirnya menyuruh aku duluan dan ketemu di hotel saja. 

Fia mnemaniku membeli pasmo card di bandara dan yey kereta pertamaku di Jepang! DI dalam kereta kita ngobrol terus (katanya sih sebetulnya nggak boleh) tapi mungkin karen kita orang asing mereka maklum lihatnya. 

Setelah sampai di stasiun osaki akuturun dan berpisah dengan Fia. Kemudian mencari exit sesuati petunjuk pada alamat hotel. Ternyata dari pintu kuliar langsung berhadapan dengan hotel yang menyatu dengan mall. Wow! 

Kemudian aku menitipkan koper di hotel dan menunggu mbak Lila. Suhu hari itu dingin tapi aku cukup buatku. 

Setelah bertemu dengan mbak Lila kami langsung menuju asakusa untuk makan siang. Restoran tujuan pertamaku adalah sushiken asakusa. Aku menyesuaikan kedatangan dengan waktu makan siang karena akan ada Lunch Set yang lebih murah. 



Dua foro diatas adalah foto menu lunch set yanga da sushiken asakusa. Sebetulnya aku pengen ambil sushi tapi taku nggak habi aku mengajak mbak Lila buat makan berdua ternyata mbak Lila nolak karena nggak terlalu suka mentah-mentah. Karena ragu-ragu akhirnya aku pilih menu lain. 


Yey! Ini menu set ku tempura. Selain tempura set aku juga dapat ocha, miso, dan cawanmushi. Kamu harus nyobain set kalau pas makan disini. Biar bisa nyobain side dishnya paling nggak buat yang pertama kali ke Jepang bisa merasakan berbagai macam makanan dalam satu kali bayar. Dan menurutku harganya nggak terlalu mahal karena lengkap. Oh ya harga itu akan berubah kalau bukan di jam makan siang! Siapkan jadwal makan siangmu disana ya! 

Setelah itu kami menuju kuil terkenal di asakusa yang ada gate kaminarimon itu. Hehe 


Setelah selesei di asakusa aku melanjutkan perjalanan ke sumida river Buat poto poto. Oh ya di nakamise street ada oleh-oleh halal bernama arale meskipun kamu nggak beli saat disana jangan khawatir kamu masih bisa beli di Haneda airport. 

dari sumida river kami jalan sampai ke Tokro skytree. setelah puas foto-foto dan lihat exhibition di dalam Tokyo skytree kami menuju ke akihabara. 




di akihabara sebetulnya udah ngantuk berat kayak kurang menikmati jadinya. Tapi aku masih berusah yosh! Ke laox buat cari oleh oleh jajan halal. Akhirnya beli coklat dan biskuit disana. Yang rasanya biasa aja. Laox isinya lengkap banget dan ada tempat solatnya jadi boleh di coba kesana. 


Setelah selesai di akihabar aku berpisah dengan mbak Lila dan kembali ke hotel. Untu makan malam aku diberi oleh mbak Lila bento dari rumahnya yaitu sandwich isi telur. Kan susah yah sendiri cari makan halal malem-malem. 


Ini penampakan dalam kamar di hotel New Otani Inn Tokyo di Shinagawa. Enaknya hotelini dibawah ada mall dan ada toko serba 100 yen itu! Dan dekat dengan stasiun. Hotel ini menyediakan breakfast yang enak menurutku tapi belum ada sertifikat halal. Aku cuma milih yang sayur rebus sama roti dan buah. Bismillah.... 

Nah sekian perjalan hari pertamaku di Tokyo kalau penasaran dengan kisah gimana dapet hadiah gratis ke Tokyo simak post ini dan kalau mau tahu persiapan apa aja lihat post ini

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images